| |
| |
Dikutip dari KAWANUA WORLD.
www.sulutlink.com
Kepada penulis puisi, kami segenap keluarga Matindas, mengucapkan banyak
terima kasih. |
|
 |
Puisi buat alm. Capt. Billy Matindas
Pahlawan tanah Tonaas..., capt. Billy Matindas...
kami tak pernah mengenalmu...
tapi mereka menyebut, menyerukan, memanggil dengan suara pilu
namamu diantara tulisan-tulisan hitam pekat,
diringi isak tangis dan suara batin yang berdukacita
mereka kehilangan seorang figur pengayom, seorang si tou Minahasa
bertalenta istimewa yang diberikan oleh-NYA bagi tanah leluhur
tanah TOAR LUMIMUUT
Duuuh..., kapiten... !!! kapiten... !!!
masihkah engkau berdiri disana dengan seragam lengkapmu
jawablah...! jawab aku, kapiten... !!! bicara jo..., manyao
kwa`sadiki...!!!
kenapa engkau diam membisu...??? kiapa dang..., so nyanda ada suara...???
Adooo...kasiang, kasiang akang pa torang... !!!
Kapiten, dengarkan ! Itu suara mereka yang mengasihimu
tapi tetap saja kau diam membisu,
wajahmu pucat dengan seulas senyum kecil dibibirmu
O..., jasadmu terbujur kaku, dingin di peti hitam ini
Co` kapiten dengar...dengar akang kasiang pa dorang...
mereka berteriak pilu, merobek pakaian mereka tanda kehilangan,
dan...lihatlah si tou yang hadir di pemakamanmu dengan kain kecil hitam
yang disematkan dilengan baju mereka, tanda dukacita.
Gerangan siapakah engkau, kapiten???
Namamu besar dan harum diantara hembusan angin pantai,
diantara deru ombak yang menghantam kapal yang kau kemudikan,
mengarungi samudera raya,
ditingkahi kicauan camar-camar yang berterbangan diatas kapalmu,
tak jarang ombakpun begitu bersahabat,
menyambutmu dan padamu ombak bernyanyi riang,
terkadang nyanyian ombak dan angin sepoi
menyanyikan dengan suara merdu sebuah lagu *cinta*
cintamu pada tanah airmu,
cintamu pada bangsamu
cintamu pada pekerjaanmu
cintamu pada tanah asalmu
tanah TOAR LUMIMUUT
terlebih lagi cintamu pada orang2 terdekat disekitarmu
engkau memiliki berjuta cinta di laut lepas, di darat bebas
kini kaupun telah `terbang` bebas, lepas dari rasa `sakit`
Torang so tau s`karang, kapiten sedang mengemudikan kapal
menuju pantai BAHAGIA, pantai abadi, pantai yang kekal.
,,Pigi jo deng senang di keabadianmu, tidor jo deng tenang di
kekekalanmu
torang so rela antar pa kapiten pigi di `koi`, tampa tidor...tampa rest
terakhir
DIA yang memanggilmu, mengasihimu jauh lebih besar, melebihi cinta kami
kepadamu
Selamat jalan, kapiten...!!!,,
Ooo..............., OPO WANA NATAS E...!!!
Terimalah kapiten kami di kekekalanMU.
Beauty [medio Februari 2004]
|
|
|
|
|
|
|
|
|